15 Agustus 2009

Bingung Mau Kasih Judul Apa

Lowongan Pekerjaan

DICARI

Alay alay untuk menjadi penonton acara acara musik televisi (outbox, dashyat, playlies, mangstab, dorongs, hots, klok dsb)

Persyaratan:
  1. Pemuda pemudi berusia 17 - 25 tahun
  2. Mau memakai atribut atribut yang ditentukan, seperti kaos sponsor, kacamata bugs.
  3. Mau menari nari konyol secara bersamaan ketika artis sedang perform
  4. (Sok) heboh
Fasilitas:
  1. Upah
  2. Masuk TV gratis (kapan lagi coba ?)
  3. Bagi yang berprestasi bagus maka akan mendapatkan promosi menjadi cameo di acara realishit show.
Lamaran dapat dikirimkan via email ke melonrasaduren@yahoo.com paling lambat 30 Februari 2010.

Sebel juga sih ketika mau liat tifi, eh acaranya sama semua, seragam. Dulu ketika satu stasiun menyiarkan acara acara misteri bin mistis dan sukses, semua stasiun ikut ikutan. Pun halnya dengan sinetron sinetron religi dan acara acara musik belakangan ini. Yah, apa boleh buat, permintaan pasar memang nomer satu.

Sebenarnya saya sudah lama pengen nulis ini, ketika banyak acara musik menjamur di semua stasiun tifi. Nggak pagi, siang ampe malam. Apa yang membuat saya sebel dengan acara acara musik itu ?
Hmm, selain artis dan musiknya yang "itu itu" saja. Banyak kalangan mengatakan banyak band band sampah di acara acara musik tersebut yang semakin menenggelamkan musik Indonesia. Kebanyakan lipsync pula dan ketauan banget lipsyncnya. Juga karena adanya penonton yang berjoget joget menggelinjang kayak ulat bulu pas ada artis yang main. Alay kalo kata orang yang merasa nggak alay. Wew, terus terang saja, saya belum mampu menemukan jalan pikiran mereka mereka itu sampe "tega teganya" berbuat seperti itu. Tapi ya sudahlah nggak papa, itu hak mereka untuk mempermalukan diri mereka sendiri, selama nggak ngerugiin orang lain.
Sebenernya sih saya juga nggak mau menyebut dan menjudge mereka alay, karena saya rasa setiap orang itu alay, tinggal seberapa tinggi tingkat kealayan mereka. Mungkin saya sendiri ternyata juga seorang alay. Tapi berhubung kayaknya keren gitu bila mengklaim diri kita bukan-seorang-alay dan kemudian mencap orang lain alay, terpaksa saya ikut ikutan menjadi orang-yang-merasa-dirinya-tidak alay.

Yasudahlah, memang seharusnya tidak ada yang boleh mengklaim kebenaran secara sepihak, apalagi memaksakannya kepada orang lain.
Ciao...

Related Post



Tidak ada komentar: