21 September 2012

Curug Banyunibo

Curug Banyunibo ini terletak tidak jauh dari Bantul Kota. Untuk menuju kesana, bisa lewat desa wisata batik kayu Krebet atau lewat rumah tahanan Bantul. Kalo udah nyampe perempatan yang ada pabriknya, berarti anda sudah dekat menuju (jalan masuk) curugnya. Oya, daerah-daerah sini serasa udah kayak di Gunung Kidul aja banyak pohon kayu-kayuan yang kering. Beberapa tanahnya pun juga sampe retak-retak.

Tanah samping kanan kirinya kering semua.

Kalo mau main kesana sih sebaiknya tidak pada musim kemarau. Kalo nekat, cuma bakal nemu yang kayak gini :D

Di batu miring ini seharusnya ada air yang mengalir.
Sisa-sisa air yang udah nggak mengalir.
Kalo nggak lagi di musim kemarau, kayaknya asik keceh disini :D
Curug Banyunibo dilihat dari kejauhan.
Dan ternyata ada kayak pohon nanas laut juga disini, kayak yang banyak ditemui di pinggir-pinggir pantai. Bedanya pohonnya lebih kurus dan tinggi.

Nanas Curug.
Dilarang ngobat dan nyetrum disini, berarti harusnya ada ikan disini.
Semoga lain kali bisa mampir lagi kesini, pas udah nggak kering kayak gini :D

12 September 2012

Pok Tunggal: Sudah Ramai.

Menyambung post tentang pantai Pok Tunggal yang pertama dan kedua.

Beberapa waktu lalu, ada teman yang mention saya kalo Pok Tunggal udah ramai, udah turun grade. Nggak mengherankan sih, pantainya dekat dengan pantai terkenal lain, akses jalan kesana lumayan dan tidak terlalu jauh dari jalan raya. Tinggal ditambah beberapa fasilitas, maka akan jadi seramai pantai-pantai populer lainnya.
Benar saja, ketika saya mampir kesitu, sudah banyak yang berubah. Udah ada tempat parkir yang lumayan luas, jumlah warung yang udah banyak; yang dulu cuma sebiji, udah banyak payung-payung. Lincak kayu dibawah pohon juga udah ilang.

Tempat parkir udah tertata.

Walaupun begitu, Pok Tunggal masih lebih enak dikunjungi daripada pantai Indrayanti atau Sundak misalnya, yang udah kebanyakan orang. Masih bisa keceh-keceh dan guling-guling, walau udah nggak jadi private beach kayak dulu :D