04 Juni 2009
Macem Macem Varian Rasa Es Teh
Varian ini adalah yang paling banyak ditemukan. Nama keren dari varian ini adalah lemontea. Selain menggunakan jeruk lemon, varian ini juga dapat diramu dari sunlight ataupun merk merk sabun cuci terkenal lainnya. Untuk wilayah Jogja dapat ditemui di Warung Makan Manyul, daerah Selokan Mataram depan Fakultas Kehutanan UGM dan beberapa pedagang kaki lima di depan fakultas tersebut pada malam harinya. Sekedar tips, jangan terlalu banyak mengonsumsi varian ini jika anda nggak mau mulut anda tiba-tiba berbusa ketika meminumnya.
2. Es Teh Rasa Kopi
Es teh rasa ini dapat anda temukan di Angkringan depan Gapura Klebengan. Varian ini mungkin cocok untuk anda yang coffeeholic yang ingin mencoba sensasi baru dalam menikmati kopi. Sekedar informasi, saya hanya menghabiskan 5000 rupiah untuk sepiring nasi, 4 buah gorengan, 10 tusuk sate usus & kulit dan dua gelas es teh rasa kopi tadi. Murah bukan ?
3. Es Teh Rasa Dawet
Es teh rasa dawet adalah varian yang paling banyak ditemukan setelah es teh rasa lemon. Varian ini cocok bagi anda yang menginginkan rasa es teh yang “ringan”. Es teh rasa ini jamak ditemukan di daerah kos-kosan padat mahasiswa karena harganya yang relatif bersahabat. Jenis ini dapat anda temukan di Rumah makan Pak To daerah Selokan Mataram depan Fakultas Kehutanan UGM dan Rumah Makan Padang Ganti Namo Swakarya.
4. Es Teh Rasa Odol
Inilah varian rasa es teh yang paling ajaib dan paling jarang ditemukan. Belum diketahui secara pasti bagaimana es teh varian ini dibuat sehingga bisa berasa odol pepsodent bila diminum. Luar biasa!
5. Es Teh Rasa Jambu
Varian ini mengandung paling banyak vitamin bila dibandingkan dengan varian lainnya. Hal ini dikarenakan adanya penambahan zat zat tertentu ke dalam teh ini. Bisa berupa esens ataupun ampas jus jambu. Es teh rasa jambu ini rawan ditemukan pada warung yang menjual es teh sekaligus beraneka macam jus. Sehingga tidak mengherankan bila varian ini gampang bermutasi menjadi es teh rasa melon, nanas, apokad ataupun jenis buah-buahan lainnya. Varian ini bisa ada temukan di salah satu gerai di foodcourt Sanata Dharma Mrican Yogyakarta.
6. Es Teh Rasa Abstrak
Sebenarnya ini adalah varian yang dibuat untuk menampung beberapa varian yang begitu sulit untuk diidentifikasi rasanya. Hal ini bisa disebabkan karena keterbatasan imajinasi dan indra pengecap manusia. Bisa juga disebabkan karena begitu abstraknya rasa es teh ini sendiri, misalnya saja es teh rasa lilin, rasa daging atau bisa juga rasa keju. Varian ini banyak dan rawan ditemukan di burjo-burjo yang bertebaran di seantero Jogja.
29 Mei 2009
"Tersesat" di Gedung Rektorat
Saya termasuk orang yang cukup sering “menyempatkan waktu” untuk sekedar duduk-duduk di gedung rektorat kampus saya. Seringnya sih di sore hari setelah pulang kuliah, disaat banyak orang berlalu-lalang disekitar situ. Entah itu para staf karyawan, cleaning service, mahasiswa mahasiswi yang sedang ada urusan, orang yang sedang jogging atau bersepeda dan kadang pula ada yang sedang berpacaran. Semua itu saya lakukan sendirian dan tidak ada maksud khusus. Maksud saya, disanapun saya hanya duduk memandangi orang-orang sambil browsing dan dengerin lagu, sambil sesekali berlagak lagi menunggu seseorang. Haha, ironis memang.
Banyak orang yang bilang saya kurang kerjaan, aneh ataupun konyol karena kebiasaan saya itu. Betapa bodohnya saya karena menyia-nyiakan waktu untuk hal yang mungkin mereka lihat konyol. Tapi bodo amat lah. Ini tubuh juga tubuh saya sendiri. Ini waktu juga waktu saya sendiri. Lagipula itu juga ga merugikan orang lain kok. Kayak anak SD yah saya, egois. Lalu apa yang saya dapat disana? Disana saya setidaknya dapat menghabiskan sekerat waktu dari hidup saya yang monoton dan membosankan ini. Bagi saya itu sudah cukup kok.
Saat melihat orang lain yang sibuk berlalu lalang disana membuat saya teringat dengan teman teman saya. Ada banyak yang terlihat sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Soal kuliah, organisasi, ataupun sekedar soal dolan-dolan; setidaknya mereka bisa disebut “sibuk”. Sedang saya sendiri sering bingung tentang apa yang harus saya sibukkan. Kuliah? Saya yakin kuliah takkan sampai membuat saya sibuk jika saya tidak sungguh-sungguh kuliah seperti sekarang ini. Organisasi? Ikut, setidaknya tercatat, dalam tiga organisasipun ternyata tak cukup menolong. Yah, saya akui itu karena salah saya sendiri yang tak mau aktif disana. Jujur, diantara ketiga organisasi itu tidak (atau mungkin belum) bisa membuat saya nyaman dan enjoy berada didalamnya. Sama seperti waktu SMA dulu, saya juga harus berpindah-pindah sampai empat ekskul untuk menemukan satu ekskul yang paling mending.
Mungkin selama hidup saya masih monoton, selama itu pula saya akan sering duduk di depan gedung megah hasil desain bung Karno ini.