28 Juni 2013

Wayang

Sepertinya bakal menjadi pertama dan terakhir kalinya saya nonton wayang semalam suntuk.

Prakarya di Kantor


Lagi bosen di kantor, iseng-iseng bikin mainan waktu kecil. Nggak iseng ding sebenarnya. Awalnya nemu lightsaber kecil, ditambah sering nemu bluluk atau bayi kelapa di parkiran kantor, muncul deh niat bikin gasing ini.


It reminds me of my childhood.



Jadi, sekencang apapun kita berputar, pasti bakal berhenti juga, cepat atau lambat. Makanya nggak usah ngoyo  :p


05 Mei 2013

Jembatan Selopamioro

Bongkar-bongkar hardisk, nemu foto-foto pas dolan ke jembatan gantung Siluk, di Imogiri. Sebenarnya menurut saya lebih bagus suasana desa di sekitarnya sih daripada jembatan ini sendiri. Desanya kayak diapit dua pegunungan, dengan sawah dan sungainya. Enak deh pokoknya.
Overall desa ini recommended buat yang pengen ngadem sejenak dari Yogya, jaraknya pun nggak begitu jauh dari kota, cuma sekitar 1 jam-an naik motor.

Jembatannya lumayan panjang, membentang diatas kali Oyo.

Tebing-tebing di desa ini mengingatkan saya pada tebing-tebing di Nglanggeran.


Oversaturate.
Kuat dilewati motor, suaranya khas.


Udah vandal, norak lagi. Ck.
Suasana desa disekitar situ, masih hijau dan asri.
Masih bisa liat orang mandiin sapinya sore-sore.
Adem.

Secret of Happiness is Remembering the Good Times (I)

Udah lama nggak nulis disini yah. Bukan karena malas atau apa, tapi emang nggak ada lagi yang bisa ditulis. Nggak ada lagi pantai perawan yang dijelajahi, curug yang dicari atau acara seni yang dikunjungi. Life changing.
Saya pernah baca sebuah artikel, yang intinya sebuah riset menyatakan bahwa rahasia dari kebahagiaan adalah remembering the good times and forgetting the regrets. Dan dengan sebuah jepretan foto, kita bisa melulis seribu memori dan kemudian tersenyum-senyum sendiri mengingatnya.
  • Laskar Kali Code

Ini dia bocah-bocah yang pernah saya temui ketika mblusuk di perkampungan pinggir kali code. Ketemu di jembatan dan nggak malu-malu buat difoto.
Sekedar mblusuk jalan-jalan diantara gang sempit ratusan rumah, tapi asik. Apalagi kalo bisa ngobrol sama penduduk disitu dan mendengarkan sepotong cerita mereka.
  • Sekaten!
 Salah satu event tahunan yang wajib dikunjungi. Walaupun isinya cuma itu-itu saja, tapi sekaten nggak pernah kehilangan daya tariknya.
Dan ini salah satu yang saya suka dari sekaten, kapal otok-otok.
  • Demo di Nol Kilometer
Ini dia yang banyak bikin apatis orang sama yang namanya demonstrasi. Bikin macet jalan, panas, nggak bakalan didenger etc etc. Well, beda cara pikir emang beda pendapat, rapopo asal ra antem-anteman.
Pernah dulu teman-teman telanjang dada trus punggung masing-masing dijadiin poster berjalan. Judulnya dulu menolak UU BHMN.
  • ARTspiration I
Ini dia acara seni yang pernah diadain himpunan mahasiswa jurusan pas kuliah dulu. Begadang sampe tengah malam lebih buat acara keesokan harinya. Deadliner.
Akhirnya dilanjutkan dengan main PES di kampus sambil ngopi-ngopi dan tidur disana sekalian. Ah, jadi kangen plaza fisipol.
  •  Artefak Sospol
Masih berhubungan sama kampus, saya kangen suasana kampus fisipol lama, yang rindang, adem dan silir. Masih ada ding-dong, kepel tempat anak komunikasi nongkrong, lobby tempat anak HI, undak-undakan tempat anak JIP, taman sospol etc.
 Sekarang kampus udah jadi bagus, tapi kadang kerasa udah kehilangan nilai adem dan guyubnya.
  • Burjo!
Siapapun yang kuliah di Yogya pasti pernah ngerasain makan di Burjo. Dan tiap orang punya burjo favoritnya sendiri sendiri :D
Dulu sempet ngerasain nastel harga Rp 2500-an. Sekarang udah jadi Rp 4500-5000-an. Jadi rata-rata tiap tahun naiknya Rp 500 pake hitungan kasar.
  • Pemantau Pilpres 2009
Salah satu kegiatan iseng-iseng, daripada milih presiden yang nggak jelas juntrungannya :p Apalagi kalo liat yang menang sekarang ini, jadi bersyukur dulu nggak nyoblos.

Dulu dapet di desa Karangtengah, kecamatannya lupa, Kabupaten Gunung Kidul.

Masih banyak lagi foto yang mau saya share, lain kali disambung lagi. To be continued..

12 Oktober 2012

Rapling

Beberapa waktu lalu, saya diajak teman buat raplingan. Sering lihat yang beginian sih kalo kebetulan lewat di jembatan Babarsari kalo sore-sore. Dan juga saya belum pernah mencoba yang gini ini :D Lokasi raplingnya sendiri di jembatan Siluk, daerah Imogiri, Bantul, deket sama kebun buah Mangunan.

Pemandangan kali Oya dari atas jembatan.
Melayang.
Persiapan mau turun.
Nyampe tengah-tengah.
Ini dia yang sebenarnya latihan rapling.
Mas Instrukturnya.
Mbak-mbaknya nggak mau kalah.
Kayaknya raplingnya makin seru kalo makin tinggi.
Jadi tau alat-alat buat beginian: talinya disebut carabiner, logam pengaitnya carmantel, cantolannya figure 8, dan dudukannya disebut harnes.
Bagian bawah jembatan Siluk.
Tali temali kayak gini emang pengetahuan yang bisa digunakan sepanjang masa. Walaupun sepertinya sepele dan membosankan, namun ternyata bisa seru dan sangat berguna.

05 Oktober 2012

Ubiet & Dian HP: Komposisi Delapan Cinta

Enak sekali mendengarkan album ini ditengah 34 derajat celcius suhu Yogyakarta. Adem.


Jadi, album manis ini adalah musikalisasi puisi dari Sitok Srengenge dan Nirwan Dewanto, pemeran uskup Soegija dalam film Soegija. Dinyanyikan oleh Ubiet dan aransemen Dian HP, kolaborasi master etnomusiklogi lulusan University of Wisconsin dengan jebolan sekolah musik di Jerman, top :D
Sesuai judul albumnya, ada delapan track di album ini: Menulis Cinta, Wajah, Kau Angin, Cinta Pertama, Kuintet, Penghujung Musim Penghujan, Air dan Merah. Didominasi dengan lantunan suara Ubiet dan denting piano Dian HP, ada juga tambahan flute, cello, klarinet dan bass di beberapa track.




Buat orang awam kayak saya ini, dengan lirik yang kuat, suara yang merdu, serta iringan musik yang simpel, delapan track ini bagus dan unik semua. Coba download dengarkan sendiri deh :D

21 September 2012

Curug Banyunibo

Curug Banyunibo ini terletak tidak jauh dari Bantul Kota. Untuk menuju kesana, bisa lewat desa wisata batik kayu Krebet atau lewat rumah tahanan Bantul. Kalo udah nyampe perempatan yang ada pabriknya, berarti anda sudah dekat menuju (jalan masuk) curugnya. Oya, daerah-daerah sini serasa udah kayak di Gunung Kidul aja banyak pohon kayu-kayuan yang kering. Beberapa tanahnya pun juga sampe retak-retak.

Tanah samping kanan kirinya kering semua.

Kalo mau main kesana sih sebaiknya tidak pada musim kemarau. Kalo nekat, cuma bakal nemu yang kayak gini :D

Di batu miring ini seharusnya ada air yang mengalir.
Sisa-sisa air yang udah nggak mengalir.
Kalo nggak lagi di musim kemarau, kayaknya asik keceh disini :D
Curug Banyunibo dilihat dari kejauhan.
Dan ternyata ada kayak pohon nanas laut juga disini, kayak yang banyak ditemui di pinggir-pinggir pantai. Bedanya pohonnya lebih kurus dan tinggi.

Nanas Curug.
Dilarang ngobat dan nyetrum disini, berarti harusnya ada ikan disini.
Semoga lain kali bisa mampir lagi kesini, pas udah nggak kering kayak gini :D

12 September 2012

Pok Tunggal: Sudah Ramai.

Menyambung post tentang pantai Pok Tunggal yang pertama dan kedua.

Beberapa waktu lalu, ada teman yang mention saya kalo Pok Tunggal udah ramai, udah turun grade. Nggak mengherankan sih, pantainya dekat dengan pantai terkenal lain, akses jalan kesana lumayan dan tidak terlalu jauh dari jalan raya. Tinggal ditambah beberapa fasilitas, maka akan jadi seramai pantai-pantai populer lainnya.
Benar saja, ketika saya mampir kesitu, sudah banyak yang berubah. Udah ada tempat parkir yang lumayan luas, jumlah warung yang udah banyak; yang dulu cuma sebiji, udah banyak payung-payung. Lincak kayu dibawah pohon juga udah ilang.

Tempat parkir udah tertata.

Walaupun begitu, Pok Tunggal masih lebih enak dikunjungi daripada pantai Indrayanti atau Sundak misalnya, yang udah kebanyakan orang. Masih bisa keceh-keceh dan guling-guling, walau udah nggak jadi private beach kayak dulu :D

Air Terjun Sri Gethuk: Dulu dan Kini

Beberapa waktu lalu, saya dan teman-teman berkesempatan dolan lagi ke air terjun Sri Gethuk. Terakhir kesana sih sekitar dua tahun yang lalu. Dan ternyata udah banyak perubahan disana. Jalan kesana udah agak mendingan, banyak warung-warung yang jualan dan yang paling mencolok ada kapal yang bisa nganter kita ke air terjunnya. Intinya banyak penambahan fasilitas pendukung yang lumayan.
Ini dia foto-foto Sri Gethuk dua tahun yang lalu, agak burem pake kamera ponsel seadanya.
Dulu belum ada kapalnya, jadi musti jalan lewat sawah-sawah sebelum sampai air terjunnya.
Di bagian ini lumayan banyak yang berubah.
Sekarang, ini dia kondisi Sri Gethuk. Untuk ke air terjunnya tetep bisa jalan kaki kok, tapi bisa juga kalau mau naik kapal. Tiket 10k per orang bolak-balik.

Udah ada undak-undakan.
Air terjun mini.
Green canyon KW.

Setelah naik kapal beberapa menit, sampai juga ke air terjunnya.

Perasaan air terjunnya jadi lebih gede sekarang.
Musim kemarau bikin air agak berkurang, batu-batunya jadi keliatan.
Bisa juga sewa pelampung buat mandi-mandi disini. Ada kamar gantinya juga.
Selalu suka motret orang yang lagi loncat gini :D
Air terjun ini recommended dikunjungi buat yang nggak masalah sama banyaknya orang. Tapi buat yang suka yang sepi-sepi, lebih baik jangan deh, udah banyak orang disini, terlebih kalo weekend. :D